Senin, 28 November 2011

ORGANISASI NIAGA

Koperasi sekolah

Koperasi sekolah adalah koperasi yang didirikan di lingkungan sekolah yang anggota-anggotanya terdiri atas siswa sekolah. Koperasi sekolah dapat didirikan pada berbagai tingkatan sesuai jenjang pendidikan, misalnya koperasi sekolah dasar, koperasi sekolah menengah pertama, dan seterusnya.

Latar belakang.
Landasan pokok dalam perkoperasian Indonesia bersumber pada UUD 1945 pasal 33 ayat (1). Pasal ini mengandung cita-cita untuk mengembangkan perekonomian yang berasas kekeluargaan. Peraturan yang lebih terperinci tertuang dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992. Undang-undang ini berisi pedoman bagi pemerintah dan masyarakat mengenai cara-cara menjalankan koperasi, termasuk koperasi sekolah. Koperasi tidak berbadan hukum. Pengurus dan pengelola koperasi sekolah dilakukan oleh para siswa di bawah bimbingan kepala sekolah dan guru-guru, terutama guru bidang studi ekonomi dan koperasi. Tanggung jawab ke luar koperasi sekolah tidak dilakukan oleh pengurus koperasi sekolah, melainkan oleh kepala sekolah. Pembinaan terhadap koperasi sekolah dilaksanakan bersama antara Kantor Menteri Negara Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, serta Departemen Pendidikan Nasional. Koperasi sekolah tidak berbadan hukum seperti koperasi-koperasi lainnya karena siswa atau pelajar pada umumnya belum mampu melakukan tindakan hukum. Status koperasi sekolah yang dibentuk di sekolah merupakan koperasi terdaftar, tetapi tetap mendapat pengakuan sebagai perkumpulan koperasi. Pendirian Koperasi Sekolah Koperasi sekolah diharapkan menjadi sarana bagi pelajar untuk belajar melakukan usaha kecil-kecilan, mengembangkan kemampuan berorganisasi, mendorong kebiasaan untuk berinovasi, belajar menyelesaikan masalah, dan sebagainya. Untuk itu dalam mendirikan koperasi sekolah diperlukan pertimbangan agar yang diharapkan. Untuk itu dalam mendirikan koperasi sekolah, diperlukan pertimbangan-pertimbangan agar selaras dengan apa yang diharapkan.
Struktur organisasi koperasi sekolah.
- Penasehat (Kepala Sekolah).
- Pengawas (Guru - guru dan Komite Sekolah).
- Pengurus (Bagian administrasi, bagian usaha, bagian keuangan).
- Siswa - siswa.

Peranan Kepala Sekolah dan Guru :
a) Memberi bimbingan dan pengawasan dalam mendirikan dan mengembangkan koperasi sekolah.
b) Mengembangkan Inisiatif para siswa untuk dapat mengolola dan mengembangkan koperasi sekolah.
c) Memberikan dorongan agar para siswa dapat beusaha dan bekerja atas kemampuan diri sendiri, sedangkan pembibing hanya sekedar memberikan petunjuk dan pengawasan seperlunya.

Peranan OSIS dan Komite Sekolah :
a) Bertindak sebagai pemeriksa berdirinya kopersi sekolah.
b) Mendorong dan merangsang para angotanya untuk masuk dan menjadi anggota pribadi.
c) Menggalakkan semangat berkoperasi dikalangan para anggotanya.

Peranan Siswa Sekolah :
a) Siswa mengemukakan ide – idenya untuk membangun koperasi.
b) Siswa – siswa harus selalu bekerja sama dengan menjaga keharmonisan dalam menjalankan koperasi.
JOIN VENTURA
Joint Venture merupakan suatu kerjasama antar beberapa perusahaan untuk mencapai konsentrasi kekuatan ekonomi yang lebih padat. Ciri utamanya adalah kegiatan yang dilakukan oleh salah seorang partner masih tetap mengikat partner yang lain. Selanjutnya, kewajiban semua pihak dalam joint venture sama seperti kewajiban dalam partnership. Oleh karena itu joint venture dapat dimasukkan dalam jenis partnership. Joint venture bisa disebut sebagai aliansi strategis (strtegic aliances) dan mungkin dilakukan oleh perusahaan besar serta dapat menjadi strategi yang efektif dengan memanfaatkan kelebihan yang dimiliki partner.
KEPEMIMPINAN OTOKRATIS
Dalam kepemimpinan yang otokratis, pemimpin bertindak sebagai diktator terhadap anggota-anggota kelompoknya. Bagi pemimpin otokratis memimpin adalah menggerakkan dan memaksa kelompok. Kekuasaan pemimpin yang otokratis hanya dibatasi oleh undang-undang. Penafsirannya sebagai pemimpin adalah untuk menunjukkan dan memberi perintah, sementara kewajiban bawahan hanyalah mengikuti dan menjalankan, tidak boleh membantah ataupun mengajukan saran.
Pemimpin yang otokratis tidak menghendaki rapat-rapat atau musyawarah. Setiap perbedaan pendapat diantara para bawahannya diartikan sebagai kepicikan, pembangkangan, atau pelanggaran disiplin terhadap perintah atau instruksi yang telah ditetapkannya. Tipe kepemimpinan ini menunjukkan perilaku yang dominan dan merupakan tipe paling tua yang dikenal manusia, karena itulah tipe ini yang paling banyak dikenal dari pada tipe yang lain.
Otoritarisme mempunyai ciri khas bahwa seorang pemimpin memegang kunci dalam pembuatan keputusan, dan pengikut hanya menerima saja tanpa bertanya. Sementara Purwanto menyebutkan ciri kepemimpinan otokrasi sebagai berikut:
1) Menganggap organisasi yang dipimpinnya sebagai milik pribadi.
2) Mengidentifikasikan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi.
3) Menganggap bawahan sebagai alat.
4) Tidak mau menerima pendapat, saran, dan kritik dari anggotanya.
5) Terlalu bergantung pada kekuasaan formalnya.
6) Caranya mengerakkan bawahan dengan pendekatan paksaan dan bersifat mencari kesalahan.
Sumber          : Buku Organisasi kepemimpinan & perilaku administrasi.

Kamis, 06 Oktober 2011

Hirarki

Bagi suatu organisasi  yang besar, pendekatan yang lumrah dipergunakan dalam menyelenggarakan seluruh proses administrasi & management adalah pendekatan “one step down” & “one step up”. Berarti bahwa dalam setiap organisasi, terutama yang besar, selalu terdapat hirarki yang member petunjuk tentang berbagai hal seperti :
1. Apa wewenang yg dimiliki oleh siapa
2. Siapa yang bertanggung jawab untuk melaksanakan apa
3. Siapa yang menerima perintah/instruksi
4. Siapa yang bertanggung jawab kepada siapa
5.Jalur komunikasi yang bagaimana yang terbuka bagi siapa.
6. Siapa harus mengkoordinasikan siapa dalam hal apa
7. Siapa jadi pemrakarsa dalm pemecahan masalah.
Jawaban terhadap tujuh pertanyaan itulah yang seyogyanya diberikan oleh adanya hirarki dalam sebuah organisasi.

sumber  : buku organisasi kepemimpinan & perilaku administrasi

Spesialisasi

Salah satu akibat logis daripada kompleksitas, dinamika & sifat kegiatan organisasi modern , ditambah lagi dengan pesatnya kemajuan di bidang teknologi adalah lahirnya berbagai jenis spesialisasi yang diperlukan. Contohnya saja sebuah perusahaan perakitan kendaraan bermotor. Sungguh banyak jenis spesialisasi  yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut. Meskipun demikian tidak mungkin sekelompok spesialis melaksanakan tugasnya tanpa melihat kaitan tugasnya itu dengan tugas tugas lain, karena yang harus dihasilkan adalah kendaraan bermotor yang bukan saja mampu memelihara citra organisasi penghasilannya, akan tetapi juga memenuhi berbagai standar yang telah ditentukan seperti dalam hal keamanan, keselamatan, harga dan yang lainnya.

sumber   : buku organisasi kepemimpinan & perilaku administrasi

Tujuan Bersama dalam Organisasi

Tujuan apapun yang ingin dicapai oleh sebuah organisasi yang biasanya berarti menjadi tujuan dari pada seluruh anggota organisasi yang bersangkutan atau menjadi tujuan bersama. Tujuan yang telah ditetapkan tersebut melahirkan :
1.Kebutuhan yang ingin dipenuhi, baik bersifat kongkrit ataupun yang bersifat abstrak.
2. Ketelitian dalam merumuskan tujuan pokok organisasi.
3. Melakukan pendekatan yang lumrah.
4.Urutan logis daripada komponen-komponen organisasi
5. Struktur organisasi
6. Rapinya perumusan tujuan
7. Kemampuan untuk memperhitungkan dampak lingkungan.

sumber   : buku organisasi kepemimpinan & perilaku administrasi

Latar Belakang Teori Organisasi

Sejalan dengan dinamika manusia, maka timbullah berbagai jenis organisasi yang seperti telah dikatakan berperan selaku wahana dan saluran utama dalam usaha berkehidupan masyarakat secara tertib. Seirama dengan dinamika itu pula, timbullah berbagai jenis kebutuhan manusia yang kina lama kian kompleks pula sehingga menjadi diluar batas-batas kemampuan seseorang untuk memenuhi seluruh kebutuhannya secara mandiri.Dengan perkataan lain, manusia modern menjadi manusia organisasional. Dan dengan perkataan lain juga,kompleksitasnya kebutuhan manusia & masyarakat melahirkan berbagai jenis organisasi yang semakin kompleks pula.Untuk menjadikan organisasi yang semakin kompleks itu, berkembanglah teori organisasi dengan asas-asasnya, rumus-rumusannya,kaidah-kaidahnya & pendekatan-pendekatannya.

sumber  : buku organisasi kepemimpinan & perilaku administrasi

Teori Organisasi Modern

Peningkatan kecerdasan manusia kemudian menimbulkan kesadaran yang semakin mendalam tentang keseimbangan antara hak & kewajiban. Di samping itu perkembangan ilmu pengetahuan & teknologi melahirkan suatu tuntutan profesionalisme dalam kehidupan berorganisasi yang dalam organisasi niaga misalnya mengambil bentuk pemisahan antara pemilikan badan usaha dengan pengelolanya. Dalam lingkungan pemerintahan pun timbul berbagai teori baru mengenai hal ihwal bernegara & berpemerintahan. Hal –hal demikianlah yang turut berperan dalam menumbuhkan kehidupan yang demokratis dalam konteks organisasi yang modern.

sumber   : Buku organisasi kepemimpinan & perilaku administrasi

Kamis, 26 Mei 2011

Harapan Baru Perangi Malaria

Tema : Manusia & Harapan
Pemetaan gen pada tanaman obat malaria ini akan membantu ilmuwan mengembangkan spesies ini menjadi tanaman berproduksi tinggi serta memerangi penyakit yang disebarkan nyamuk tersebut. Para peneliti tanaman mengatakan, kode gen Artemisia akan membuat para ilmuwan mampu menyeleksi tanaman muda terbaik secara genetik dan menggunakannya sebagai tanaman induk untuk mengembangkan percobaan tanpa perlu pendekatan modifikasi genetik yang memerlukan banyak waktu. Pemetaan itu telah terbukti menjadi sarana penting bagi kami. Dengan pemahaman baru kami tentang genetika  Artemisia, kami dapat memproduksi varietas nonmodifikasi genetik yang lebih baik…jauh lebih cepat dibanding cara lain.
Sekitar 40 % penduduk dunia berisiko terserang malaria, penyakit yang berpotensi mematikan yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Penyakit itu menewaskan lebih dari sejuta orang di seluruh dunia setiap tahun, dan  korban tewas anak-anak di wilayah Afrika dan Asia mencapai 90%. Para ahli mengatakan, sekitar 6.500 hektare lahan — terutama di China, Vietnam, Afrika dan India — dikembangkan untuk tanaman tersebut pada  2009, yang menghasilkan  30 metrik ton  artemisinin per tahun — cukup untuk sekitar 60 juta pengobatan. Sebagian besar kalangan mengharapkan, kenaikan pendanaan untuk pengobatan malaria untuk mendorong permintaan ACT menjadi sedikitnya 200 juta per tahun dalam dua tahun ke depan. Namun, produksi artemisinin yang rendah di lahan Afika dan Asia menyebabkan bahan itu menjadi mahal dan penurunan areal tanaman telah meningkatkan kekhawatiran akan terjadi kekurangan artemisinin yang ikut menyebabkan lambannya pengobatan ACT di seluruh dunia.
Para ilmuwan mengatakan, mereka berharap mendapatkan benih berproduksi  tinggi untuk petani dalam dua hingga tiga tahun ke depan.Para ahli tanaman yang bekerja di  National Institute of Agricultural Botany di Inggris mengatakan akhir tahun lalu mereka meningkatkan produksi tanaman itu hingga tiga kali lipat dan menarik minat perusahaan obat. Para ilmuwan China juga berusaha meningkatkan produksi tanaman itu. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bulan lalu bahwa peningkatan  pendanaan mulai memberikan hasil dalam upaya memberantas malaria tetapi diperlukan upaya yang lebih keras lagi.
Sumber : http://setengahbaya.info/harapan-baru-perangi-malaria.htm